Izin Genset depnaker

Penggunaan generator (generator) harus mendapat persetujuan maka dari itu perlu izin genset depnaker. Tunggu referensi untuk menghentikan operasi ketika menggunakan generator tanpa izin.
Menurut Saptono Purwo Pranggoro, Kepala Tenaga Minyak dan Gas Bumi dan Pemanfaatan Energi di kantor ESDM (Banyumas Energi dan Sumber Daya Mineral), generator yang berperingkat lebih dari 200 kVA harus disetujui.


“Penggunaan generator yang tercantum di bawah ini tidak memerlukan izin operasi, tetapi hanya terdaftar dan harus melaporkan kepemilikan,” katanya kemarin.
Steam Plane, atau Steam Boiler, adalah pesawat terbang yang mengubah air menjadi air, beberapa di antaranya dengan memanaskan menggunakan pembakaran bahan bakar dalam uap. Ketel uap dalam kondisi kerja ibarat kapal tertutup dan tidak terhubung ke udara luar, karena ketika dipanaskan air mendidih dan kemudian berubah menjadi uap panas dan diberi tekanan, sehingga pada tekanan berlebih (overpressure) ada risiko ledakan.

Bejana tekan adalah wadah untuk menyimpan energi dalam bentuk cairan atau gas bertekanan atau bejana tekan, kecuali pesawat uap yang tekanannya melebihi tekanan udara luar (atmosfer) dan yang mewakili, antara lain, sumber bahaya; Kebakaran, keracunan, masalah pernapasan, meledak, suhu ekstrem.

Pengumpulan data dan perizinan generator pembangkit listrik akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. 29 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral 2012 tentang kapasitas pembangkit listrik swalayan berdasarkan lisensi operasi, UU No. 30 tahun 2009 tentang Listrik dan Keputusan Pemerintah No. 14 dari 2012 tentang catu daya.

“Undang-undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah saat ini memberikan izin untuk mengoperasikan generator dari Kantor Energi dan Sumber Daya Alam Provinsi,” katanya.

Sehubungan dengan izin tersebut, ia mengatakan bahwa pemilik generator yang tidak mendaftar atau beroperasi tanpa lisensi operasi diancam dengan mengacu pada hukuman gangguan bisnis. “Pengumpulan data ini lebih tentang mengetahui keandalan sistem tenaga, keselamatan dan faktor lingkungan,” katanya.

200 KVA Lebih Banyak
Dia mengatakan, sehubungan dengan penggunaan generator, di Banyumas, perangkat ini sebagian besar digunakan sebagai penggunaan darurat dan sementara. Namun, dengan kapasitas lebih dari 200 KVA, diperlukan izin.

“Generator dengan kapasitas 25 hingga 200 kVA juga harus menerima sertifikat terdaftar dan bukan lisensi operasi, sedangkan generator dengan kapasitas kurang dari 25 kVA hanya harus mendaftar,” tambahnya.

Seperti diberitakan, pangsa wilayah Banyumas di mana tidak ada jaringan listrik masih 11,29% dari listrik di Banyumas. Ironisnya, anggaran untuk perluasan jaringan listrik tahun ini cukup rendah.

Saptono mengatakan pihaknya menerima alokasi anggaran tahun ini untuk penambahan Rp 200 juta ke dua situs. Usulan tahun lalu untuk perluasan jaringan listrik berjumlah Rp 3,5 miliar untuk 14 lokasi.

Proporsi area yang telah dicapai oleh jaringan listrik, semakin besar. Pada tahun 2013, pangsa daya di Banyumas hanya 84,42%, dibandingkan dengan 88,71% pada tahun 2014. Pada tahun 2014, peningkatan 4,29% dibandingkan dengan 2013 tercatat.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*